Dan tidak ada yang lebih benar daripada pertanyaan "bagaimana".
Bagaimana bisa seseorang mencintai seorang lainnya dengan benar,
jika ia pun tidak mencintai dirinya sendiri?
Kala itu pula saya tersadar,
mungkin ada beribu pertanyaan tanpa jawaban
yang sebenarnya sedang menjawab pertanyaan lainnya yang terlupakan.
Mungkin.
--pertanyaan yang menjawab pertanyaan
"Mengapa tidak sekali pun, kucintai kau dengan benar?"
Kumpulan perasaan yang dikemas dalam perjalanan entah kemana; di kereta; di kamar tidur; dan di hati seseorang.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Biarkan Aku Tidur
Aku baru kehilangan ayahku di hari sabtu. Dan pagi ini ada keharusan kehilanganmu. Amarah dan kesedihan campur aduk, Bawah-atas, gigi rah...
-
Sayang, mengapa kamu kembali? Menyapa di sela-sela lupaku. Mengupas kembali yang dulu hilang. Membuka kembali luka yang belum kering. J...
-
Aku menahan nafasku di sela-sela maki yang tidak ingin ku dengar, membiarkan kepalaku saja yang bertanya-tanya; kata-kata apa lagi yang m...
-
Langit dan angin seringkali jadi guyonan kita berdua; "aku titipkan salam untukmu di langit, sampaikah sudah?" "peluk ha...
No comments:
Post a Comment