Aku baru kehilangan ayahku di hari sabtu.
Dan pagi ini ada keharusan kehilanganmu.
Amarah dan kesedihan campur aduk,
Bawah-atas, gigi raham gemerutuk.
Aku mau merajuuuuuuuuuuuuuuuuk.
Aku mau teriak bajingan bangsat bangsat perasaan bangsat bajingan bangsat! sambil lutut sendiri kupeluk. Menangis meraung-raung sampai tembus ke pulau kapuk lalu tetangga bisik-bisik setan mana ini yang merasuk!
Tapi ternyata tidak ada lagi yang bisa keluar dari aku yang membusuk.
Tidak ada raung, tangis, dan yang pilu.
Tidak ada tenaga lagi untuk itu.
Cuma kantuk. Aku cuma mengantuk.
Kumpulan perasaan yang dikemas dalam perjalanan entah kemana; di kereta; di kamar tidur; dan di hati seseorang.
Monday, April 13, 2020
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Biarkan Aku Tidur
Aku baru kehilangan ayahku di hari sabtu. Dan pagi ini ada keharusan kehilanganmu. Amarah dan kesedihan campur aduk, Bawah-atas, gigi rah...
-
Sayang, mengapa kamu kembali? Menyapa di sela-sela lupaku. Mengupas kembali yang dulu hilang. Membuka kembali luka yang belum kering. J...
-
Aku menahan nafasku di sela-sela maki yang tidak ingin ku dengar, membiarkan kepalaku saja yang bertanya-tanya; kata-kata apa lagi yang m...
-
Langit dan angin seringkali jadi guyonan kita berdua; "aku titipkan salam untukmu di langit, sampaikah sudah?" "peluk ha...
No comments:
Post a Comment