Kutatap kau di bawah sinar yang terang dan hangat
Di saat embun baru menetes dari ujung daun
Ketika wajahmu masih kusut bangun tidur
Dan matamu masih setengah terlelap di tengah dudukmu
Cinta itu pasti jatuh pada orang yang berbeda-beda
Namun kali ini, cinta itu sama
Cuma kamu yang beda dari biasanya
Hatiku jatuh bebas
Menangkap kalimat yang keluar dari sela bibir itu
Aku ingin memelukmu.
Setiap kali kau tertawa, dan setiap kali kau tersenyum
Aku ingin mengenggam isi hatimu
Mengisi kembali hatimu yang tinggal separuh
Yang disia-siakan begitu saja oleh seorang lain yang menganggapmu biasa
Dengan hatiku
Aku ingin memenuhi jiwamu.
Dengan hangat yang tak akan kau selami dalamnya.
Hingga walaupun kau pergi tanpaku,
jiwamu tak akan pernah menggigil dingin sendirian
Karena ada aku.
Cintaku sebesar bagaimana kita bisa bersama walaupun tidak bicara
Sebagaimana aku tidak ingin pergi walaupun kita tak mengucap seutas kata
Sebagaimana kamu juga ingin tinggal walaupun kita berdua diam saja
Sebesar rasa itu.
Aku ingin tau siapa aku?
Untukmu dan untuk hatimu.
Untuk sanubarimu dan untuk jiwamu.
Aku tidak ingin terburu-buru, cinta.
Aku ingin wajar-wajar saja, cinta.
Namun apakah rasa ini wajar bila cinta membuatku ingin terus bersama mu?
Kamu bukan milikku,
Namun bukan juga punya siapa-siapa
Tidak memilikimu saja aku bahagia
Tidakkah kau?
Kumpulan perasaan yang dikemas dalam perjalanan entah kemana; di kereta; di kamar tidur; dan di hati seseorang.
Friday, December 12, 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)
Biarkan Aku Tidur
Aku baru kehilangan ayahku di hari sabtu. Dan pagi ini ada keharusan kehilanganmu. Amarah dan kesedihan campur aduk, Bawah-atas, gigi rah...
-
Sayang, mengapa kamu kembali? Menyapa di sela-sela lupaku. Mengupas kembali yang dulu hilang. Membuka kembali luka yang belum kering. J...
-
Aku menahan nafasku di sela-sela maki yang tidak ingin ku dengar, membiarkan kepalaku saja yang bertanya-tanya; kata-kata apa lagi yang m...
-
Langit dan angin seringkali jadi guyonan kita berdua; "aku titipkan salam untukmu di langit, sampaikah sudah?" "peluk ha...