Ia manis,
pendam mataku.
Dia mirip bunga Daisy kuning kesukaan ibu
yang merekah mekar sejak hari Sabtu.
Bukan favoritku,
tapi mataku dipaksa memaling tau menahu.
Tenggelam, ku dalam matanya,
mirip lebah yang tersesat di padang bunga.
Manis, manis, manis!
Kutahan diri - Ah, begitu miris.
Sebab matanya bom waktu buatku;
Sudah bulat, pun kilaunya begitu.
Jangan tatap aku dalam-dalam, tolong!
Pesonamu tidak akan muat kusimpan hanya di kolong!
Kumpulan perasaan yang dikemas dalam perjalanan entah kemana; di kereta; di kamar tidur; dan di hati seseorang.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Biarkan Aku Tidur
Aku baru kehilangan ayahku di hari sabtu. Dan pagi ini ada keharusan kehilanganmu. Amarah dan kesedihan campur aduk, Bawah-atas, gigi rah...
-
Jam lima tiga puluh sore hari, rintik hujan kian buatku merenung. Yang membesit adalah tangisku yang pecah di pelukmu, dan yang membe...
-
Langit dan angin seringkali jadi guyonan kita berdua; "aku titipkan salam untukmu di langit, sampaikah sudah?" "peluk ha...
-
Aku sayang kamu. Terdengar dangkal, dan mungkin memang dangkal. Tapi biarkanlah aku bicara, sesekali. Aku sayang kamu, Seperti ombak ci...
No comments:
Post a Comment