Masa lalu punya ruangannya sendiri.
Aku bersumpah; "Ia selalu kukunci!"
Sambil mengangkat gelasku tinggi,
aku memaki masa lalu enyah jangan kembali.
Mereka terkekeh sambil menggeleng,
"Sepandai-pandainya kunci yang sembunyi,
kau akan kembali dan membebaskannya sekali lagi!"
Dengan pipi merah, dan mata menyipit.
Aku tertawa lebar, karena mereka selalu benar.
Teman-temanku selalu benar.
No comments:
Post a Comment